oleh

Aksi Aliansi Rakyat Takalar Bersatu, Peringati 1 Tahun Kinerja Kepemimpinan SK-HD

TAKALAR | Ratusan massa dari berbagai elemen melakukan aksi demonstrasi. Mereka mengatasnamakan diri Aliansi Rakyat Takalar Bersatu, yang terdiri dari gabungan elemen Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (PB-HIPERMATA), G-FORCE dan Jaringan Muda Celebes (JAMAC). Aksi digelar di Perempatan jalan Galesong Utara, Kab. Takalar, Sabtu (22/12/2018).

Aksi yang digelar ini sekaitan dengan peringatan 1 tahun kepemimpinan Syamsari Kitta dan Achmad Dg Se’re sebagai Bupati dan Wakil Bupati Takalar. Aksi dilakukan dengan cara yang unik dan simpatik, ratusan massa berdiri berjejer dipinggir jalan sambil orasi dan membentangkan spanduk dukungan terhadap program P22 Bupati dan Wakil Bupati Takalar.

Saat aksi, beberapa massa juga terlihat membagikan souvenir berupa payung dan juga selebaran yang berisi capaian kinerja P22 selama 1 tahun pertama kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati. Selain itu juga memuat raihan prestasi dan penghargaan yang diterima oleh Bupati Takalar dalam kurun waktu 1 tahun.

Ketua Umum PB-HIPERMATA, Alfian yang juga selaku jenderal lapangan dalam orasinya menyampaikan bahwa kami ingin masyarakat Takalar tahu kinerja pemerintah daerah selama ini. “Kita tidak bisa menutup mata dengan keberhasilan yang dibuat. Berbagai prestasi ditorehkan oleh bapak Bupati Takalar selama tahun 2018. Kita harus fair bahwa sejauh ini bapak Bupati cukup memberikan fondasi awal yang kuat untuk membentuk Takalar lebih baik kedepan”, tegasnya.

Selain itu, juga digambarkannya bahwa capaian kinerja P22 cukup positif, bisa di lihat bagaimana upaya bapak Bupati Takalar untuk merealisasikan janji-janji politiknya. “Sekarang kan baru 1 tahun pertama, mari kita berikan kepercayaan dan dukungan kita kepada beliau untuk menuntaskan program-program unggulannya. Insha Allah HIPERMATA mendukung penuh program beliau kedepan. Terlepas dari itu, tentu saja kami pun akan tetap menjadi mitra kritis pemerintah daerah”, tambahnya.

Dalam waktu dekat ini Pengurus Besar HIPERMATA bersama elemen lain yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Takalar Bersatu akan melakukan Dialog Akhir Tahun. “Kami akan undang beberapa pihak yang berkompeten untuk coba memberikan gambaran kinerja 1 tahun ini. Kita perlu evaluasi 1 tahun ini dan tentukan proyeksi kedepan. Perlu sinergitas dari semua pihak”, pungkas Alfian.

Ditempat yang sama, pentolan HIPERMATA lainnya yang sekarang bernaung dalam G-FORCE, Sumarlin Debo mengatakan bahwa aksi ini bagian dari upaya masyarakat dan elemen muda untuk mencoba memberikan pencerdasan kepada masyarakat. “Kita perlu untuk memberikan gambaran realitas kekinian. Masarakat harus tahu apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.

“Kami melihat niatan yang tulus dan totalitas kerja dari bapak bupati Takalar bersama segenap jajarannya untuk membangun daerah ini. Masih ada banyak waktu yang tersisa untuk membenahi yang kurang dan dianggap perlu”, terang Marlin sapaan akrabnya.

Berbagai capaian kinerja P22 Bupati Takalar menunjukkan trend yang positif, untuk bantuan ternak sapi dianggarkan oleh Dinas Pertanian sebanyak 6000 ekor. Tahun 2018 telah dianggarkan sebanyak 310 ekor dan ditahun 2019 dianggarkan sebanyak 1.630 ekor. Untuk bantuan traktor dan mesin air, ditahun 2018 telah tersalurkan sebanyak 218 buah dan ditahun 2019 ditargetkan sebanyak 206 buah. Dijelaskan pula berbagai macam capaian kinerja P22 diberbagai bidang.

Sementara itu, Muh. Setiawan yang juga Kepala BPD Bontokanang mengatakan bahwa seperti itulah realita saat ini. “Bupati Takalar telah bekerja dan kami yakin 5 tahun kedepan Takalar akan menjadi Kabupaten yang unggul dan sejahtera. Selain P22, kitapun harus mensupport program lain yang juga sangat bermanfaat buat masyarakat seperti GEMA TASAMARA dan lain-lainnya”, jelasnya.

Salah satu pengguna jalan yang melintas di lokasi aksi, Hj. Rahmiati Dg Senga saat itu memberikan apresiasi atas aksi simpatik yang dilakukan aliansi tersebut. “Kami senang dengan model aksi yang seperti ini, tidak memacetkan jalan, orasinya padat dan positif, serta unik karena memberikan souvenir payung. Kami suka”, tutupnya sambil tersenyum. (Red. Adi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed